Perancis dan Sejarah Islam di sana


      
           Ini bukan cerita bualan atau "Hoax". Dalam sebuah lukisan sosok Bunda Maria sang perawan suci dalam agama Kristiani memang begitu anggun dengan baju kebesaran nya, pun dengan hijab yang selalu bergelayut di kepala nya. Namun dalam lukisan yang satu ini, kalian akan dibuat terperangah oleh inskripsi Arab yang terdapat di tepian hijab yang dikenakan Bunda Maria.
            Museum Louvre, adalah tempat penyimpanan tempat berbagai benda berharga milik Perancis. Di Museum inilah, lukisan Monalisa yang terpupoler itu berada. Dan disini pula, lukisan menakjubkan yang saya bahas kali ini berada.
            Adalah lukisan karya Ugolino berjudul "The Virgin and The Child" dimana dalam lukisan itu nampak sosok Bunda sedang menggendong "Yesus" bayi. Yang mencengangkan, di hijab Bunda Maria dalam lukisan itu terdapat tulisan Arab Pseudo Kufic. Yang setelah diteliti oleh peneliti Arab World Institute, ternyata tulisan nya adalah "Laa Illaaha Illallah".
            Tak hanya soal Hijab Bunda Maria yang bertuliskan lafaz "Laa Illaaha Illallah", Axe Historique atau Voie Triomphale yang berada di Perancis, bermakna 'Jalan Kemenangan' yang berkaitan dengan bangunan-bangunan bersejarah di Paris itu dengan Makkah. Bangunan-bangunan dan lokasi bersejarah di Paris yaitu Monumen la Defense, Arc du Triomphe de I'Etoile, jalan Champ Eysees, Tugu Obelisk, Arc du Triomphe de Corruosel, dan Mueum Louvre disebut berada pada satu garis lurus dan garis tersebut mengarah ke Ka'bah (Makkah), Arab Saudi.
            Jika ditarik garis lurus Axe Historique ke timur, terus keluar kota Paris dan terus menembus benua lain, ternyata bisa menembus Makkah. Tepat nya negara pertama di timur tenggara Paris adalah Swiss, di bawah nya adalah Italia, kemudian Yunani. Menyeberangi Laut Mediterania, ada Mesir, lalu Arab Saudi dan Makkah. Dan itulah jalan kemenangan yang dimaksud, yaitu Makkah, kiblat nya umat Islam. 
          "Maha suci Engkau. Dunia ini bagaikan samudera tempat banyak ciptaan-ciptaanNya yang tenggelam. Maka jelajahilah dunia ini dengan menyebut nama Allah. Jadikan ketakutanmu pada Allah sebagai kapal-kapal yang menyelamatkanmu. Kembangkalnah keimanan sebagai layarmu. Logika sebagai pendayung kapalmu. Ilmu pengetahuan sebagai nahkoda kapalmu. Dan sabar sebagai jangkar dalam setiap badai dan cobaan" (Ali bin Abi Thalib ra)

1 Kritik, komentar dan saran:

  1. Hi Paramita. Terimakasih buat komentar nya ;;) yap, itu juga pernah dibahas di novel 99 Cahaya di Langit Eropa. Sudah nonton film nya di bioskop kah? Hihi. Sangat menakjubkan sekali. Allahu Akbar. Maaf komentar Paramita baru dibales ;D

    BalasHapus

 
- / . / .-. / .. / -- / .- //
T E R I M A

-.- / .- / ... / .. / .... //
K A S I H

- / . / .-.. / .- / .... //
T E L A H

-- / . / -. / --. / ..- / -. / .--- / ..- / -. / --. / .. //
M E N G U N J U N G I

-... / .-.. / --- / --. //
B L O G

... / .- / -.-- / .- //
S A Y A